Masih terbayang janji di bawah bintang
Kau genggam erat, katanya takkan hilang
Semua tawa, cerita, hangatnya pelukmu
Seolah abadi, hanya ada aku dan kamu.
Dunia kita indah, tak ada yang bisa ganggu
Sampai satu nama, hadir mengubah rindu.
Kau mulai menjauh, tatapanmu tak lagi sama
Ada rahasia di balik senyummu yang hampa.
Aku bertanya, kau bungkam, hati mulai menduga
Dan akhirnya kau ucap, semua tak lagi berguna.
Dulu kau pernah bersamaku, itu nyata adanya
Tapi kini kau pergi, memilih yang lainnya.
Semua kenangan kau hancurkan, demi dia yang baru
Aku di sini, hanya sisa bayangan dari masalalu.
Sakit ini nyata, melihatmu bahagia
Di pelukan yang bukan aku, setelah semua yang kita punya.
Kau pergi begitu saja, tanpa melihat ke belakang
Seolah kisah kita hanyalah angin yang hilang.
Dia yang kau puja, yang kau anggap lebih sempurna
Mencuri tempatku, merobek hati tanpa jeda.
Mengapa harus aku yang jadi korban dustamu?
Jika tak cinta, kenapa dulu kau yakinkan aku?
Kau mulai menjauh, tatapanmu tak lagi sama
Ada rahasia di balik senyummu yang hampa.
Aku bertanya, kau bungkam, hati mulai menduga
Dan akhirnya kau ucap, semua tak lagi berguna.....
............
Dulu kau pernah bersamaku, itu nyata adanya
Tapi kini kau pergi, memilih yang lainnya.
Semua kenangan kau hancurkan, demi dia yang baru
Aku di sini, hanya sisa bayangan dari masalalu.
Sakit ini nyata, melihatmu bahagia
Di pelukan yang bukan aku, setelah semua yang kita punya.
Haaa.... Haaaa....
Tak ada lagi kita, hanya aku yang berdiri
Menatap sisa-sisa cinta yang kau khianati.
Semoga kau bahagia, walau kau t'lah melukai
Aku akan belajar, untuk kembali berdiri.
Dulu kau pernah bersamaku, itu nyata adanya
Tapi kini kau pergi, memilih yang lainnya.
Semua kenangan kau hancurkan, demi dia yang baru
Aku di sini, hanya sisa bayangan dari masalalu.
Sakit ini nyata, melihatmu bahagia
Di pelukan yang bukan aku, setelah semua yang kita punya
.......
........
Pergi saja... dengan dia.
Aku di sini, dengan perih yang tersisa.
Selamat tinggal, kisah kita