Di sudut kamar sempit, malam ini sunyi
Ku tatap bingkai usang, senyum wajah ibu
Jauh dari pandangan, terpisah jarak dan waktu
Tapi di dada ini, janji tetap menyatu
Bukan tanpa air mata, saat kulepas tangan
Bekal doa yang terucap, jadi kekuatan
Ku genggam erat harapan, mimpi yang harus kubayar
Demi cahaya esok, takkan pernah gentar
Aku merantau, bukan untuk kemegahan
Tapi untuk sehelai senyum di wajah kalian
Di bawah langit asing, keringat ini jatuh
Menjadi bukti cinta, tak pernah ku mengeluh
Setiap lembar uang, adalah rindu yang terkirim
Peluk hangat dari jauh, takkan pernah teredam
Jalanan kota bising, keras dan penuh liku
Sering hati bertanya, sampai kapan menunggu
Namun bayangan adik yang harus sekolah tinggi
Atau ayah yang sakit, menguatkan diri ini
Oooo.......
Bukan tanpa air mata, saat kulepas tangan
Bekal doa yang terucap, jadi kekuatan
Ku genggam erat harapan, mimpi yang harus kubayar
Demi cahaya esok, takkan pernah gentar
Aaaaa..... Aaa...
Aku merantau, bukan untuk kemegahan
Tapi untuk sehelai senyum di wajah kalian
Di bawah langit asing, keringat ini jatuh
Menjadi bukti cinta, tak pernah ku mengeluh
Setiap lembar uang, adalah rindu yang terkirim
Peluk hangat dari jauh, takkan pernah teredam
Tahan rindu, ini hanya sementara
Kelak kita bertemu, dalam tawa yang nyata
Tak sia-sia semua perjuangan yang ada
Demi bahagia keluarga, harta paling berharga
Aku merantau, bukan untuk kemegahan
Tapi untuk sehelai senyum di wajah kalian
Di bawah langit asing, keringat ini jatuh
Menjadi bukti cinta, tak pernah ku mengeluh
Setiap lembar uang, adalah rindu yang terkirim
Peluk hangat dari jauh, takkan pernah teredam