Jauh sebelum dia datang mendekat
Aku sudah berdiri di sisimu, merapat
Semua tawa dan air mata yang tercurah
Adalah bukti bahwa aku tak pernah menyerah
Kubangun mimpi, kulukis masa depan
Dengan namamu terukir di setiap harapan
Aku berjuang, aku berusaha sekuat tenaga
Menggenggam hatimu, agar tak berpaling saja
Tapi mata bicara, hati tak bisa bohong
Sejak kehadirannya, kau mulai menghilang
Aku tahu, ada getaran yang berbeda di sana
Dan aku hanya bisa melihat, tanpa daya
Sudah kucoba, sudah kukorbankan semua
Tapi apalah daya, bila hati tak seirama
Kamu memilih dia, sebagai akhir kisah kita
Dan aku harus terima, ini bukan takdir kita
Sungguh sakit, melihatmu bahagia dengannya
Setelah semua upaya yang t'lah kuberi nyata
Aku mundur perlahan, dengan hati yang pecah
Karena cintaku, tak cukup membuatmu singgah
Dia mungkin lebih baik, lebih sempurna bagimu
Mungkin dia punya apa yang tak kupunya dulu
Aku tak menyalahkanmu, ini pilihanmu
Mencari bahagia yang kurasa tak ada padaku
Hanya satu pinta, jangan pernah sesali
Waktu yang kita lalui, kenangan yang terukir ini
Simpanlah baik-baik, sebagai pelajaran
Bahwa ketulusan tak selalu jadi pemenang
Selamat jalan...
Semoga kau bahagia...
Dengan dia...
Bukan takdir kita.