[Verse]
Benih cinta tumbuh di hulu sana,
Mengalir lembut seperti nada yang merona,
Sekenario terjalin bak diorama,
Cerita kita terlukis di setiap panorama.
[Verse 2]
Air mengalir, alur cinta terbawa,
Menari di sela batu, penuh irama,
Setiap belokan memberi makna,
Sejauh mana kita melangkah bersama.
[Chorus]
Oh, hilir yang jauh, apa kau menanti?
Di ujung perjalanan, kita bertanya hati,
Adakah cinta ini kan terus abadi,
Atau hilang dalam aliran yang tak terhenti?
[Bridge]
Sungai berbicara dalam bisikan lembut,
Membawa pesan yang tak pernah surut,
Dengarkan nadinya, cinta takkan keliru,
Hanya waktu yang tahu, ke mana cinta menuju.
[Verse 3]
Saat senja menghampiri, bayang pun panjang,
Cinta ini terasa bagai irama yang tenang,
Tak peduli gelombang, badai yang menghalang,
Kita tetap melangkah, tak pernah hilang.
[Chorus]
Oh, hilir yang jauh, apa kau menanti?
Di ujung perjalanan, kita bertanya hati,
Adakah cinta ini kan terus abadi,
Atau hilang dalam aliran yang tak terhenti?