Jari ini terus menggenggam, walau kian lama kian berdarah
Langkahku terus maju ke depan, meski jurang sudah terbentang
Bukan tak kulihat batas, bukan tak kudengar kata menyerah
Hanya saja hatiku, menolak tuk berbalik arah
Ribuan cara telah kulalui
Meyakinkan mimpi yang tak sudi
Telah kuberi seluruh jiwa
Tapi semesta tak merestui
Aku mencoba bertahan sekuat karang
Tapi gelombang keadaan datang menghadang
Mencoba meneriakkan cinta yang kupunya
Namun takdir berbisik, "Waktunya kau lepas saja"
Bertahan adalah pilihan, tapi keadaan menolak
Di mana letak salahku, di mana hati ini harus berpijak?
Setiap pagi aku berdoa, agar matahari tak lagi sama
Berharap esok ada keajaiban, yang mengubah segala rasa
Namun langit tetap abu-abu, janji indah hanyalah fatamorgana
Kukumpulkan serpihan harap, tapi badai selalu menerpa ribuan kali.....