Ku tahu tatapan matamu tak lagi sama
Dingin, seolah tak pernah ada cinta
Setiap kata yang kau ucap, menusuk tak terperi
Mengapa harus kubalas dengan senyuman sepi?
Kau menjauh sekuat tenaga, ingin aku hilang
Kau berharap perasaanku ini segera karam
Namun ada yang ganjil dalam logika hatiku
Semakin kau benci, semakin aku merindu.
(Reff)
Walaupun kamu benci, sekuat hati kau coba tepis
Aku tetap sayang, walau air mata terus menangis
Ini bukan pilihan, ini takdir yang tak bisa kupungkiri
Cintaku padamu takkan mati, walau harus sendiri.
HAAA......
HAAAAA....
Bila kebencian adalah dinding yang kau bangun tinggi
Aku kan tetap di sini, walau hanya di dasar sepi
Tak mengapa jika kau anggap aku bodoh dan lemah
Cinta sejati takkan pernah tumbang oleh amarah.
Oooo.... Ooooo...
Mungkin suatu hari nanti, kau kan sadari
Bahwa kasih ini tak pernah meminta balasan diri
Ia hanya mengalir, memberi tanpa henti
Biarlah aku mencinta, walau harus terluka di sini.