Kita bertemu dalam senja yang sama
Menganyam janji di bawah bintang-bintang renta
Kau bisikkan cinta yang takkan pernah sirna
Namun, dinding itu kini mulai bicara
Tanganmu menggenggam, mataku memohon
Kenapa kisah indah harus ada permohonan?
Bukan karena jarak, bukan karena waktu
Tapi terhalang nama yang kita sebut restu
Galau ini mengambang, air mata tak terbendung
Cinta kita kokoh, tapi hati orang tua membendung
Kau dan aku di dua sisi pagar yang sama
Terpisah oleh kata 'tidak' yang menusuk jiwa.
Mengapa takdir sekejam ini, Tuhanku?
Mencintai dia, tapi harus kehilanganmu.
Mereka bilang, kau tak sepadan, tak setara
Hidup kita beda, mimpi kita tak searah
Mereka ukur cinta dengan materi dan nama
Lalu melupakan rasa yang membakar di dada
Kau coba melawan, aku coba bertahan
Tapi suara mereka lebih keras dari harapan
Kita hanya bisa saling memandang dari jauh
Meratap di bawah langit yang sama-sama pilu......... haaaaa.... Haaaaa......