Kita pernah ukir janji... Di bawah langit yang sama.
Kini hanya sisa... dinginnya udara.
Kini aku berdiri di tempat yang kau tinggalkan
Melihat kursi tua, tempat kita merangkai impian
Setiap sudut rumah, masih berdebu oleh kisah
Tentang dua hati yang bersumpah takkan berpisah.
Dulu kita tertawa, merencanakan masa depan
Mengira semua akan baik-baik saja tanpa halangan
Sederhana saja, permintaanku saat itu
Hanya ingin menua bersamamu, itu saja.
.........
Namun waktu berputar, membawa arus yang berbeda
Bukan perpisahan hebat, hanya janji yang sirna
Kau pergi tanpa kata, tanpa sebab yang jelas
Menyisakan aku termangu dalam sunyi yang tak tuntas.
Dan kini aku harus menua sendirian
Dengan bayanganmu yang tak pernah hilang dalam ingatan
Janji yang kita ukir sampai ujung rambut memutih
Hanyalah lagu sedih yang kini ku nyanyikan sendiri.
Di mana sumpah itu? Di mana genggaman hangatmu?
Kita seharusnya berjalan berdampingan, bukan begini caramu
Aku tetap di sini, menanti sebuah keajaiban
Meskipun aku tahu, kau takkan pernah kembali ke pelukan.
Aku coba mencari warna di hari yang hampa
Namun semua terasa kelabu, hampa tak bertenaga
Aku masih menyimpan jaket yang kau berikan
Hangatnya tak lagi sama, dingin tak tertahankan.
Mungkin aku terlalu naif, percaya pada takdir
Bahwa cinta kita abadi, tak mungkin berakhir
Aku sadar, kisah kita harusnya sudah selesai
Tapi hatiku menolak keras, tak ingin menyerah damai.
Namun waktu berputar, membawa arus yang berbeda
Bukan perpisahan hebat, hanya janji yang sirna
Kau pergi tanpa kata, tanpa sebab yang jelas
Menyisakan aku termangu dalam sunyi yang tak terlihat.....
Dan kini aku harus menua sendirian
Dengan bayanganmu yang tak pernah hilang dalam ingatan
Janji yang kita ukir sampai ujung rambut memutih
Hanyalah lagu sedih yang kini ku nyanyikan sendiri.
Di mana sumpah itu? Di mana genggaman hangatmu?
Kita seharusnya berjalan berdampingan, bukan begini caramu
Aku tetap di sini, menanti sebuah keajaiban
Meskipun aku tahu, kau takkan pernah kembali ke pelukan.
(Musik sangat pelan dan sunyi, hanya piano atau string yang mendominasi. Vokal berbisik, penuh keputusasaan)
Aku akan menua, bersama selamanya.