[Verse 1]
Kau tertinggal di uap kopi
di sela sunyi yang belum terucap
cahaya pagi menyentuh meja
dan aku masih mencari suaramu di udara
[Pre-Chorus]
Aku bicara pada bayang di jendela
mungkin ia lebih tahu tentang kita
[Chorus]
Setiap pagi mengulangmu
tanpa perlu nama, tanpa arah pulang
aku belajar merelakan
dari sisa hangat di cangkir yang kosong
[Verse 2]
Hari menua di sudut ruangan
waktu menetes di ujung pandang
aku menulis wajahmu di cermin embun
lalu menghapusnya sebelum terang
[Pre-Chorus]
Ada jeda di antara detak
tempat kenangan bernafas perlahan
[Chorus]
Setiap pagi mengulangmu
tanpa perlu nama, tanpa arah pulang
aku belajar merelakan
dari sisa hangat di cangkir yang kosong
[Bridge]
Kau mungkin sudah jadi angin
yang singgah hanya untuk pergi
tapi dalam tiap denyut pagi
masih ada langkahmu—pelan sekali
[Outro]
Aku diam di balik cahaya
menunggu waktu menutup matanya
---