[Verse 1]
Jam dinding tertawa pelan
di antara kopi dingin dan laporan kosong
meja-meja berjajar seperti nisan
dan setiap wajah tampak setengah hidup
[Pre-Chorus]
Di layar, waktu berpura-pura bergerak
padahal kita diam di tempat yang sama
[Chorus]
Ini ruang tanpa jendela
tempat cahaya tak diizinkan masuk
kita bekerja untuk melupakan hari
dan pulang tanpa merasa tiba
[Verse 2]
Ada kalimat yang tak jadi kuketik
tentang mimpi yang dulu punya nama
bos berkata: “kerja lebih cepat,”
padahal hatiku sudah berhenti duluan
[Pre-Chorus]
Aku hitung jam bukan untuk gaji
tapi untuk tahu kapan aku berhenti jadi mesin
[Chorus]
Ini ruang tanpa jendela
tempat cahaya tak diizinkan masuk
kita bekerja untuk melupakan hari
dan pulang tanpa merasa tiba
[Bridge]
Kertas berisik seperti doa
yang tak pernah sampai ke langit
dan di setiap klik tetikus
ada bagian diriku yang terhapus pelan-pelan
[Outro]
Jika suatu hari kau tak melihatku
mungkin aku sudah keluar—bukan dari kantor
tapi dari diriku sendiri
---