[Verse 1]
Langit subuh menggigil pelan
awan berarak seperti kenangan
aku mencium sisa langkahmu
di tanah yang belum sempat kering
[Pre-Chorus]
Ada bayang di udara
menyebut namamu tanpa suara
[Chorus]
Engkau barangkali angin
yang menolak tenang di dadaku
setiap hembusnya adalah kabar
yang tak berani aku jawab
[Verse 2]
Aku menulismu di udara
dengan tinta napas dan debu jalan
matahari naik, tapi tak menghapus
jejakmu di sisi pikiranku
[Pre-Chorus]
Ada waktu yang membeku
di antara kita yang tak pulang
[Chorus]
Engkau barangkali angin
yang menolak tenang di dadaku
setiap hembusnya adalah kabar
yang tak berani aku jawab
[Bridge]
Di ujung langit aku berdiam
menunggu redup yang menyerupaimu
tak ada yang datang—hanya sunyi
mengembalikan segala yang hilang
[Outro]
Jika malam adalah jeda
maka rinduku: tak pernah selesai