[Verse 1]
Ada jalan tanah di ujung sore
mengantar bau kayu dan tanah basah
aku berjalan tanpa arah pasti
namun hatiku tahu: ini jalan pulang
[Pre-Chorus]
Pohon tua masih berdiri di tikungan
daunnya berbisik, “kau pernah di sini.”
[Chorus]
Pulang bukan soal alamat
tapi tentang siapa yang menunggu
di balik jendela kenangan
yang tak pernah tertutup waktu
[Verse 2]
Rumah itu mungkin sudah berubah
tapi denting piring, suara pintu,
dan bayangan di ambang lampu
masih berbicara dengan nada yang sama
[Pre-Chorus]
Di dinding tua tergantung tawa lama
dan waktu menggantung diam di sana
[Chorus]
Pulang bukan soal alamat
tapi tentang siapa yang menunggu
di balik jendela kenangan
yang tak pernah tertutup waktu
[Bridge]
Aku menatap senja—
ia tak lagi jingga, tapi hangatnya sama
mungkin beginilah caranya
rumah memanggil tanpa suara
[Outro]
Jika suatu hari aku hilang arah
ingatkan aku tentang bau kayu dan tanah basah