Jendela kereta mengaburkan senja
Menarik jauh bayangan rumah dari mata
Di saku jaket, tersimpan satu lembar lusuh
Potret yang tak pernah kubiarkan jatuh
Asap rokok yang kukepulkan di udara
Mengukir nama yang tersangkut di tiap sela
Jalanan kota ini tak pernah benar-benar sepi
Tapi bisingnya, tak bisa menawar sunyi hati
(Pre-Chorus)
Aku merangkai janji, pada gemintang yang sama
Bahwa lelah hari ini, akan terbayar suatu masa
Bukan harta yang kuburu, bukan tahta yang dicari
Hanya sebidang tenang, tempatku bisa kembali
(Chorus)
Aku menitipkan rantai rindu di batas kota
Meninggalkan segala tawa dan juga air mata
Bukan untuk melupa, hanya untuk sementara
Sebab separuh nyawaku, tetap di sana
Biarlah doa yang menjadi jembatan antara kita
Menjaga bara, agar ia tak pernah padam
Aku tahu, kalian menanti, di balik pintu tua
Dan sumpahku, suatu hari nanti aku akan menetap dan tak lagi merantau
(Verse 2)
Setiap pagi, kubangunkan diri di kamar sewa
Ditemani suara hujan yang mengetuk tanpa jeda
Kuteguk kopi pahit, seumpama mengobati rindu
Mencoba menipu waktu, bahwa aku baik-baik saja
Surat yang kau kirim, selalu kubaca berulang
Dengan coretan pensil, dan sedikit noda air matang
Kau bilang, "Nak, makan yang teratur, jangan lupa Tuhan"
Nasihat sederhana, yang selalu menjadi perisai di perantauan
(Pre-Chorus)
Aku merangkai janji, pada gemintang yang sama
Bahwa lelah hari ini, akan terbayar suatu masa
Bukan harta yang kuburu, bukan tahta yang dicari
Hanya sebidang tenang, tempatku bisa kembali
(Chorus)
Aku menitipkan rantai rindu di batas kota
Meninggalkan segala tawa dan juga air mata
Bukan untuk melupa, hanya untuk sementara
Sebab separuh nyawaku, tetap di sana
Biarlah doa yang menjadi jembatan antara kita
Menjaga bara, agar ia tak pernah padam
Aku tahu, kalian menanti, di balik pintu tua
Dan sumpahku, suatu hari nanti aku akan menetap dan tak lagi merantau
(Bridge)
Lihatlah bintang yang paling terang, Ayah, Ibu
Di situlah aku meletakkan seluruh asa dan waktu
Tunggu sebentar lagi, sedikit lagi saja
Aku akan membawa pulang semua cerita
(Outro)
Di mana pun kaki menjejak,
Di mana pun langit membentang,
Rumah adalah Kompas yang tak pernah usang.
Tunggu aku pulang.