[Verse 1]
Kopi hitam menua di meja
di antara halaman yang setengah terbaca
asap menulis puisi di udara
tentang hari yang tak ingin diingat siapa-siapa
[Pre-Chorus]
Setiap helaan napas
adalah tanda seru yang hilang makna
[Chorus]
Aku membaca dunia tanpa suara
membiarkan huruf-hurufnya tidur di dada
di antara ampas dan abu yang jatuh
aku belajar arti bertahan pelan-pelan
[Verse 2]
Buku tua terbuka di sisi lampu
halamannya berbisik, menirukan pikiranku
aku menyalakan satu rokok lagi
karena sepi tak bisa padam hanya sekali
[Pre-Chorus]
Waktu menetes dari ujung jari
serupa tinta yang tak mau berhenti
[Chorus]
Aku membaca dunia tanpa suara
membiarkan huruf-hurufnya tidur di dada
di antara ampas dan abu yang jatuh
aku belajar arti bertahan pelan-pelan
[Bridge]
Kadang aku ingin jadi asap
tak punya bentuk, tak perlu tujuan
hanya menari sebentar
sebelum larut ke udara yang lupa
[Outro]
Lampu redup, malam menutup buku
dan aku—masih menulis di pikiranku sendiri
---