[Verse 1]
Kau datang seperti hujan di jalan retak
Menyapu debu yang kupikul sejak lama
Langkahmu pelan, tapi memecah bising
Membuat malam terasa lebih jernih
Di antara lampu kota yang mulai pasrah
Ada sunyi yang diam-diam kita rawat
Aku terbiasa berjalan tanpa arah
Tapi hadirmu jadi penanda paling kuat
---
[Pre-Chorus]
Tak ada seruan megah,
hanya tatapan yang tak menuntut apa-apa
Seolah dunia tak perlu dijelaskan
agar tetap terasa bernyawa
---
[Chorus]
Bahumu tempat pulang
Saat pikiranku berperang
Ketika dunia terlalu bising
Kau jadi alasan untuk tetap berjalan
Bahumu tempat pulang
Bukan karena kata-kata menang
Tapi karena kehadiranmu
mampu menjahit ruang-ruang yang hilang
---
[Verse 2]
Dulu aku hidup seperti bayangan
Gentar, kaku, tak ingin ditemukan
Namun suaramu bagai kompas malam
Menarikku keluar dari gelap paling dalam
Kita duduk di trotoar berdebu
Membicarakan mimpi yang terlalu malu muncul
Dan aku menyadari satu hal sederhana—
Beberapa orang hadir untuk menyembuhkan tanpa menyentuh
---
[Bridge]
Jika esok aku kembali runtuh
Ingatkan aku pada tenangnya langkahmu
Kita tak butuh ucapan muluk
Hanya dua hati yang mau saling menunggu
---
[Chorus – Extended]
Bahumu tempat pulang
Di saat aku merasa hilang
Meski dunia retak perlahan
Di sisimu, semua terasa pulih pelan-pelan
Bahumu tempat pulang
Tak perlu alasan menang
Cukup ada kau,
dan semua luka belajar tenang
---
[Outro]
Kita tak sempurna, itu tak apa
Karena kau adalah jeda
Yang kutemukan tanpa sengaja
Tapi paling sulit kulepaskan
---