(Intro Instrumental - Sekitar 0:30)
(Musik ceria, bernada riang, mungkin dengan sentuhan ukulele atau melodi yang lucu)
(Verse 1 - 0:30)
(Tempo santai, vokal riang)
Di rumahku ada makhluk mungil,
Bulu halus, tingkahnya jahil.
Matanya bulat, lucu sekali,
Namanya Wa Dimbul, teman sejati.
Motifnya unik, persis ikan mujair,
Perutnya gembul, bikin gemes air-air (liur).
Gerak-geriknya lincah, tak bisa diam,
Wa Dimbul, kau buat hati ini tentram.
(Pre-Chorus - 1:05)
Kerjaannya cuma tiga hal utama,
Makan, tidur, lalu berlari gembira.
Tak peduli dunia, tak peduli kerjaan,
Hidupnya santai, penuh canda dan tawa.
(Chorus - 1:25)
(Musik sedikit lebih cepat, ceria)
Oh Wa Dimbul, si kucing gembul,
Lari kesana kemari, sungguh tak tertebus ulahmu.
Mengejar bola, melompat ke sofa,
Kau hibur hati yang sedang lara.
Wa Dimbul, Wa Dimbul, si motif mujair,
Temani aku setiap saat, takkan pernah kusesali.
(Verse 2 - 2:05)
(Tempo kembali santai)
Pagi hari, saat matahari terbit,
Wa Dimbul sudah siap dengan perutnya yang melilit.
Mengeong manja, minta makan ikan,
Habis semangkuk, langsung kekenyangan.
Lalu dia tidur, di kasur yang empuk,
Mimpi indah mungkin, sesekali mendengkur.
Badannya yang gembul, jadi bantal hangat,
Di pangkuanku, dia tidur dengan lelap.
(Pre-Chorus - 2:40)
Kerjaannya cuma tiga hal utama,
Makan, tidur, lalu berlari gembira.
Tak peduli dunia, tak peduli kerjaan,
Hidupnya santai, penuh canda dan tawa.
(Chorus - 3:00)
(Musik ceria)
Oh Wa Dimbul, si kucing gembul,
Lari kesana kemari, sungguh tak tertebus ulahmu.
Mengejar bola, melompat ke sofa,
Kau hibur hati yang sedang lara.
Wa Dimbul, Wa Dimbul, si motif mujair,
Temani aku setiap saat, takkan pernah kusesali.
(Bridge - 3:45)
(Tempo melambat, lebih ekspresif, seakan berbicara pada kucing)
Kadang kau nakal, mencakar gorden baru,
Kadang kau manja, duduk di pundakku selalu.
Kau lebih dari sekadar hewan peliharaan,
Kau keluarga, teman yang menyenangkan.
Wa Dimbul, jangan cepat besar,
Tetaplah gembul dan lincah seperti sekarang.
(Chorus Terakhir - 4:30)
(Musik kembali riang, penuh energi)
Oh Wa Dimbul, si kucing gembul,
Lari kesana kemari, sungguh tak tertebus ulahmu.
Mengejar bola, melompat ke sofa,
Kau hibur hati yang sedang lara.
Wa Dimbul, Wa Dimbul, si motif mujair,
Temani aku setiap saat, takkan pernah kusesali.
(Outro Instrumental - 5:10 dst)
(Musik ceria terus berlanjut, fade out perlahan dengan suara "meong" lucu di akhir)