[Intro - Instrumental]
[Petikan ukulele ceria membuka lagu, disusul sentuhan cak–cuk keroncong yang ringan, seolah menyapa pagi dengan senyum malu-malu.]
[Verse 1]
Aku sok kuat, sok biasa
Padahal dalemnya panik juga
Kamu datang tanpa aba-aba
Pegang tanganku, dunia jeda
Katanya aku gak istimewa
Cuma aku yang percaya itu
Eh kamu malah bilang beda
Bikin aku bingung sekaligus malu
[Pre-Chorus]
Alah alah, ini gimana
Kok aku jadi kepikiran
Aduh duh duh, sejak kapan
Namaku masuk do’a harian
[Chorus]
Ternyata aku layak juga
Dicinta tanpa banyak syarat
Bukan drama, bukan rekayasa
Kamu hadir, rasanya tepat
Bukan sulap, bukan sihir
Cuma hati ketemu hati
Yang tadinya minder dan nyinyir
Sekarang senyum tiap hari
[Post-Chorus]
Pucuk dicinta, ulam pun tiba
Kayak bercanda tapi nyata
Yang dulu takut jatuh cinta
Sekarang jatuhnya berkali-kali
[Verse 2]
Awalnya kamu cuma bercanda
Chat receh jam setengah dua
Lama-lama jadi tanda
Aku dirindukan tanpa kata
Aku masih suka ngeragu
Takut ini cuma sementara
Tapi caramu nunggu
Bikin takutku pelan sirna
[Pre-Chorus 2]
Alah alah, kok kebawa
Aku yang biasanya kebal
Aduh duh duh, ternyata
Hatiku gak sekuat akal
[Chorus]
Ternyata aku layak juga
Dicinta tanpa banyak syarat
Bukan drama, bukan rekayasa
Kamu hadir, rasanya tepat
Bukan sulap, bukan sihir
Cuma hati ketemu hati
Yang tadinya minder dan nyinyir
Sekarang senyum tiap hari
[Bridge - (Humoris & Lokal)]
Kata orang aku biasa
Kata kamu aku beda
Semar mesem, nasib geser
Dari jomblo ke bahagia
Kalau ini mimpi, jangan bangunin
Biar lama aku di sini
Kalau ini nyata, amin
Jangan cepet-cepet pergi
[Final Chorus]
Ternyata aku layak juga
Dicinta tanpa banyak drama
Yang dulu ngeremehin diri
Sekarang pelan belajar percaya
Bukan sulap, bukan sihir
Ini proses, ini waktu
Kalau nanti kita getir
Setidaknya pernah jatuh utuh
[Outro]
Aku masih receh, iya
Masih sering gak pede juga
Tapi sekarang aku tahu
Aku layak dicinta… sama kamu