(Intro Instrumental - Sekitar 0:40)
(Petikan gitar akustik yang hangat dan lembut, diiringi sayup-sayup piano. Suasana romantis dan tenang.)
(Verse 1 - 0:40)
(Vokal lembut dan tulus)
Di matamu kutemukan kedamaian,
Di senyummu kurasakan ketenangan.
Waktu berputar, dunia terus berubah,
Tapi cintaku padamu tak pernah goyah.
Kau temani aku dalam suka dan duka,
Menjadi pelita saat jalan terasa gelap.
Tak peduli badai yang datang menerpa,
Genggamanmu selalu terasa mantap.
(Pre-Chorus - 1:20)
Telah kulihat banyak wajah yang rupawan,
Wanita yang lebih dari sekadar menawan.
Mereka mungkin sempurna di mata dunia,
Tapi hatiku tetap memilihmu, selamanya.
(Chorus - 1:45)
(Vokal penuh perasaan, musik mengalun indah)
Jadilah kekasih abadi, teman hidupku sejati,
Temani aku sampai tua nanti, hingga rambut memutih.
Cintaku takkan lekang oleh waktu, takkan pudar termakan usia,
Walau raga menua, hati ini tetap mencinta, hanya kamu saja.
Genggam erat tanganku, jangan pernah lepaskan,
Kita arungi hidup, dalam satu ikatan.
(Verse 2 - 2:35)
(Tempo sedikit meningkat, namun tetap syahdu)
Kerutan di wajahmu akan bertambah,
Kulit kita tak lagi kencang merekah.
Tapi bagiku, kau tetap yang terindah,
Cintamu membuatku merasa utuh dan megah.
Dunia boleh menawarkan gemerlap yang fana,
Tapi pelukmu adalah surga yang nyata.
Kesetiaanmu adalah harta tak ternilai,
Di setiap langkah, kau selalu paralel.
(Pre-Chorus - 3:15)
Telah kulihat banyak wajah yang rupawan,
Wanita yang lebih dari sekadar menawan.
Mereka mungkin sempurna di mata dunia,
Tapi hatiku tetap memilihmu, selamanya.
(Chorus - 3:40)
(Penuh penghayatan, instrumen string masuk)
Jadilah kekasih abadi, teman hidupku sejati,
Temani aku sampai tua nanti, hingga rambut memutih.
Cintaku takkan lekang oleh waktu, takkan pudar termakan usia,
Walau raga menua, hati ini tetap mencinta, hanya kamu saja.
Genggam erat tanganku, jangan pernah lepaskan,
Kita arungi hidup, dalam satu ikatan.
(Bridge - 4:30)
(Musik memuncak, emosi meluap, lalu mereda di akhir)
Saat tubuh ini terasa semakin lemah,
Saat langkah kita tak lagi seirama.
Ingatlah janji ini, cinta kita takkan punah,
Kau adalah anugerah terindah, bidadari di dunia.
Sampai nanti, sampai ujung waktu,
Kau tetap satu-satunya di hatiku...
(Chorus Terakhir - 5:05)
(Vokal melembut, sangat tulus)
Jadilah kekasih abadi, teman hidupku sejati,
Temani aku sampai tua nanti, hingga rambut memutih.
Cintaku takkan lekang oleh waktu, takkan pudar termakan usia,
Walau raga menua, hati ini tetap mencinta, hanya kamu saja.
(Outro Instrumental - 5:35 dst)
(Petikan gitar akustik kembali mengalun, piano mengikutinya. Musik perlahan fade out dengan hangat dan damai.)