(Intro Instrumental - Sekitar 0:40)
(Petikan gitar akustik yang sangat lembut dan melankolis, disusul suara piano yang sayu. Suasana hening dan penuh duka.)
(Verse 1 - 0:40)
(Vokal lirih, nyaris berbisik)
Di bangku taman itu, kini aku sendiri,
Mengingat tawa renyahmu, yang kini sunyi.
Tanah merah jadi saksi, tempat kau berpulang,
Tragedi itu merenggutmu, tanpa bilang-bilang.
Masih teringat jelas, wajah lugu kita berdua,
Mengejar kupu-kupu, di padang ilalang.
Dunia terasa sempurna, saat itu masih ada,
Tak pernah terpikirkan, perpisahan kan datang.
(Pre-Chorus - 1:25)
(Emosi mulai meningkat lembut)
Setiap sudut kota, setiap kenangan kecil,
Semua memanggil namamu, oh sahabat sejati.
Rindu ini menyesakkan, bagai pisau yang menghujam,
Mengapa secepat ini, kau tinggalkan aku sendiri?
(Chorus - 1:50)
(Vokal penuh penghayatan, diiringi instrumen string yang pilu)
Wahai Sahabat kecilku, semoga kau tenang selalu,
Di alam damai, tempatmu yang baru.
Di sini aku merindu, rindu tawamu, rindu senyummu,
Rindu sosok sahabat, yang takkan pernah terganti.
Walau raga terpisah, jiwa kita tetap menyatu,
Doaku selalu mengiringi, langkahmu menuju surga.
(Verse 2 - 2:35)
(Tempo kembali melambat, fokus pada kepedihan)
Hujan turun lagi, membasahi makammu,
Seakan langit pun ikut menangisi kepergianmu.
Foto usang di dompet, jadi pengobat lara,
Melihat senyummu, walau hanya di kaca.
Andai waktu bisa diputar kembali,
Ingin kuhentikan tragedi itu terjadi.
Kau pergi terlalu cepat, meninggalkan luka mendalam,
Dunia terasa hampa, sejak kau tenggelam dalam malam.
(Pre-Chorus - 3:15)
(Emosi memuncak perlahan)
Mereka bilang kau sudah di tempat yang lebih baik,
Tapi hatiku tetap sakit, tetap menjerit.
Kehilanganmu adalah duka terbesar,
Hidupku kini terasa hambar, tanpa warnamu.
(Chorus - 3:40)
(Penuh kesedihan mendalam)
Wahai Sahabat kecilku, semoga kau tenang selalu,
Di alam damai, tempatmu yang baru.
Di sini aku merindu, rindu tawamu, rindu senyummu,
Rindu sosok sahabat, yang takkan pernah terganti.
Walau raga terpisah, jiwa kita tetap menyatu,
Doaku selalu mengiringi, langkahmu menuju surga.
(Bridge - 4:25)
(Musik menjadi sangat minimalis, hanya piano tunggal, vokal sangat rapuh)
Aku akan menjaga kenangan kita,
Sampai nanti, saat kita bertemu lagi di sana.
Jangan khawatirkan aku di sini,
Aku akan kuat, walau perih ini tak terperi.
Tidurlah yang lelap, sahabat terbaikku,
Cintaku padamu, abadi selalu...
(Chorus Terakhir - 5:00)
(Instrumen masuk lagi dengan kuat, lalu mereda di akhir)
Bintang kecilku di sana, semoga kau tenang selalu,
Di alam damai, tempatmu yang baru.
Di sini aku merindu, rindu tawamu, rindu senyummu,
Rindu sosok sahabat, yang takkan pernah terganti.
Walau raga terpisah, jiwa kita tetap menyatu,
Doaku selalu mengiringi, langkahmu menuju surga.
(Outro Instrumental - 5:45 dst)
(Piano dan gitar bermain melodi yang sama, lalu perlahan menghilang, meninggalkan keheningan dan kedamaian.)