(Intro - 0:00 - 0:40)
(Petikan gitar akustik yang melankolis, diiringi alunan biola lembut)
(Verse 1 - 0:40 - 1:20)
Di bawah langit senja desaku yang sunyi
Kupandangi potretmu dalam hati
Aku hanya anak tani, berlumur debu
Kau putri kota, berkilau di kotamu
Dinding kaca memisah, realita membisu
Cintaku padamu, bagai mimpi yang semu
Tak punya apa-apa, hanya asa yang tersisa
Kau punya segalanya, dunia ada di genggamanmu
(Pre-Chorus - 1:20 - 1:45)
Ku sadar diri, kasta kita berbeda
Meski rindu ini meradang di dada
Engkau permata, aku hanya batu biasa
Tak pantas bersanding, oh takkan pernah bisa
(Chorus - 1:45 - 2:25)
Biarkan cinta ini hanya sebatas bayangmu
Mencintaimu diam-diam, 'tuk mengobati rindu
Karena restu orang tuamu takkan pernah kudapat
Tembok tinggi memisah, cinta ini tersesat
Aku anak desa, kau anak kota yang megah
Kisah kita takkan indah, berakhir pasrah
(Verse 2 - 2:25 - 3:05)
Pernah terucap janji, dari bibir manismu
Tapi kutahu itu, hanya angin lalu
Orang tuamu berujar, dengan tatapan tajam
"Jauhi dia, tak selevel dengan alam"
Dunia kita berbeda, utara dan selatan
Takkan bertemu di satu persimpangan
Harapan terkubur, di bawah pohon beringin
Menangis pilu, dalam diam yang dingin
(Pre-Chorus - 3:05 - 3:30)
Ku sadar diri, kasta kita berbeda
Meski rindu ini meradang di dada
Engkau permata, aku hanya batu biasa
Tak pantas bersanding, oh takkan pernah bisa
(Chorus - 3:30 - 4:10)
Biarkan cinta ini hanya sebatas bayangmu
Mencintaimu diam-diam, 'tuk mengobati rindu
Karena restu orang tuamu takkan pernah kudapat
Tembok tinggi memisah, cinta ini tersesat
Aku anak desa, kau anak kota yang megah
Kisah kita takkan indah, berakhir pasrah
(Instrumental Bridge - 4:10 - 4:40)
(Solo gitar elektrik yang menyayat hati, dengan tempo yang sedikit meningkat lalu melambat kembali)
(Bridge - 4:40 - 5:15)
Mungkin di kehidupan lain, kita bisa bersama
Tanpa sekat harta, tanpa beda kasta
Kini kupilih mundur, demi bahagiamu jua
Meski hati hancur, menjadi abu di jiwa
Relakanlah aku, terbang bersama angin
Doakan dirimu, dari jauh sini
(Chorus Pengulangan - 5:15 - 5:50)
Biarkan cinta ini hanya sebatas bayangmu
Mencintaimu diam-diam, 'tuk mengobati rindu
Karena restu orang tuamu takkan pernah kudapat
Tembok tinggi memisah, cinta ini tersesat
Aku anak desa, kau anak kota yang megah
Kisah kita takkan indah, berakhir pasrah
(Outro - 5:50 - Selesai)
(Tempo melambat, musik memudar perlahan, petikan gitar akustik kembali terdengar)
Takkan indah... kita takkan indah...
Hanya bayangmu... hanya bayangmu...
Restu itu... takkan pernah ada...
(Musik habis bersama hembusan napas panjang)