(Intro Instrumental - Sekitar 0:35)
(Petikan gitar akustik ceria, disusul irama drum yang santai. Ada sedikit efek suara lucu atau tawa kecil.)
(Verse 1 - 0:35)
(Vokal riang, tempo sedang)
Pagi-pagi kau sudah buat ulah,
Sembunyikan kunci motorku, bikin aku gerah.
Saat kucari, kau tertawa terbahak,
Wajahmu kocak, tapi buat emosi memuncak.
Pria nyebelin, sejuta tingkah jahilmu,
Ada saja akalmu, buatku pusing selalu.
Dari usil kecil, sampai prank yang kelewatan,
Tapi entah kenapa, aku tetap bertahan.
(Pre-Chorus - 1:20)
(Tempo sedikit meningkat)
Seringkali kau buatku marah, emosi meluap,
Ingin kucubit, ingin kupukul, biar kau sadar.
Tapi saat kau minta maaf dengan wajah melas,
Hatiku luluh, amarahku langsung tuntas.
(Chorus - 1:45)
(Musik lebih dinamis, vokal bersemangat)
Oh, kamu pria nyebelin, tapi aku tetap cinta!
Tingkahmu jahil dan kocak, buat hidup berwarna.
Meski sering buatku menangis dan kesal,
Entah kenapa, hatiku tetap memilihmu, untuk teman hidupku.
Kau adalah anugerah, kau adalah cobaan,
Paket lengkap dalam satu pelukan.
Aku tetap sayang kamu, si nyebelin kesayangan,
Forever and always, tanpa keraguan.
(Verse 2 - 2:30)
(Tempo kembali sedang)
Kadang kau romantis, kadang kau tak peka,
Dunia denganmu, penuh drama dan suka cita.
Bunga kau beri, tapi lupa tanggal penting,
Buatku merajuk, buatku kesal membimbing.
Tapi saat aku sakit, kau jadi perawat terbaik,
Memasak bubur (walau kadang gosong), dengan apik.
Di balik sifat jahilmu, ada hati yang tulus,
Yang membuatku bertahan, tak pernah putus.
(Pre-Chorus - 3:15)
(Tempo sedikit meningkat)
Seringkali kau buatku marah, emosi meluap,
Ingin kucubit, ingin kupukul, biar kau sadar.
Tapi saat kau beri peluk, semua terasa tuntas,
Cinta ini aneh, tak bisa dijelaskan tuntas.
(Chorus - 3:40)
(Penuh energi)
Oh, kamu pria nyebelin, tapi aku tetap cinta!
Tingkahmu jahil dan kocak, buat hidup berwarna.
Meski sering buatku menangis dan kesal,
Entah kenapa, hatiku tetap memilihmu, sampai saat ini dan selamanya.
Kau adalah anugerah, kau adalah cobaan,
Paket lengkap dalam satu pelukan.
Aku tetap sayang kamu, si nyebelin kesayangan,
Forever and always, tanpa keraguan.
(Bridge - 4:25)
(Tempo melambat, lebih menyentuh, introspektif)
Mungkin ini cinta yang dewasa,
Menerima kurang dan lebih, tanpa sisa.
Kau ajarkanku sabar, kau ajarkanku tawa,
Hidup tanpamu, pasti akan hampa.
Jadi, teruslah jadi dirimu, si menyebalkan,
Asal tetap di sisiku, dalam perjalanan.
(Chorus Terakhir - 5:00)
(Musik kembali riang dan bersemangat, fade out perlahan)
Oh, kamu pria nyebelin, tapi aku tetap cinta!
Tingkahmu jahil dan kocak, buat hidup berwarna.
Meski sering buatku menangis dan kesal,
Entah kenapa, hatiku tetap memilihmu, sampai saat ini dan selamanya.
Kau adalah anugerah, kau adalah cobaan,
Paket lengkap dalam satu pelukan.
Aku tetap sayang kamu, si nyebelin kesayangan,
Forever and always, tanpa keraguan.
(Outro Instrumental - 5:40 dst)
(Musik ceria terus berlanjut, fade out perlahan, dengan efek suara tawa di akhir)