(Verse 1)
Dinding kamarku masih menyimpan bisikmu
Di sudut itu, tawa kita beradu
Kini sepi datang, merangkulku tanpa izin
Menyisakan ruang kosong yang tak terisi lagi
(Pre-Chorus)
Aku coba hapus jejakmu dari ingatan
Tapi semua sia-sia, kau terlalu dalam
Setiap hujan turun, aku dengar suaramu
Bertanya mengapa waktu begitu kejam
(Chorus)
Bayangan senja terakhir itu masih melekat
Saat kita berdiri di batas perpisahan
Kau genggam tanganku, ucapkan kata yang berat
Sebuah janji yang kini hanya tinggal kenangan
Kau pergi, dan separuh jiwaku ikut mati
Menanti fajar yang tak pernah kembali
(Verse 2)
Peta kota ini berubah, tapi hatiku tidak
Masih menunjuk arah ke tempat kita pernah bahagia
Aku menyesal tak pernah katakan lebih banyak
Bahwa kau adalah alasan aku bernapas
(Pre-Chorus)
Aku coba hapus jejakmu dari ingatan
Tapi semua sia-sia, kau terlalu dalam
Setiap hujan turun, aku dengar suaramu
Bertanya mengapa waktu begitu kejam
(Chorus)
Bayangan senja terakhir itu masih melekat
Saat kita berdiri di batas perpisahan
Kau genggam tanganku, ucapkan kata yang berat
Sebuah janji yang kini hanya tinggal kenangan
Kau pergi, dan separuh jiwaku ikut mati
Menanti fajar yang tak pernah kembali
(Bridge)
Biarkanlah air mata ini yang bicara
Tentang rindu yang tak kunjung menemukan dermaga
Meski jarak membentang, cintaku takkan pudar
Kau tetap bintangku, walau kini jauh di sana
(Chorus)
Bayangan senja terakhir itu masih melekat
Saat kita berdiri di batas perpisahan
Kau genggam tanganku, ucapkan kata yang berat
Sebuah janji yang kini hanya tinggal kenangan
Kau pergi, dan separuh jiwaku ikut mati
Menanti fajar yang tak pernah kembali