Di bawah langit yang sama, kita pertama bertemu
Kau dengan tawa riang, aku dengan ragu
Beda langkah, beda mimpi, tapi hati mengikat
Sejak saat itu, janji kita terpahat.
Lewati hari-hari, tak terhitung suka duka
Bahumu s'lalu tempatku bersandar, tak pernah sirna.
Waktu berjalan, badai datang mencoba merenggut
Tapi genggaman tanganmu tak pernah surut.
Kau cermin jiwaku, yang mengerti tanpa kata
Persahabatan ini, melebihi harta dunia.
Kita berjalan, beriringan, menuju satu senja
Bukan akhir yang kita takutkan, tapi janji yang nyata
Dua jiwa, satu tujuan, tak terpisah oleh masa
Hingga nafas terakhir, persahabatan ini abadi, bersama.
Saat dunia mencibir, kau jadi benteng terkuat
Menghapus air mata, mengobati luka yang hangat.
Semua rahasia terbagi, tanpa ada sekat
Kau adalah rumah, tempat hatiku selalu terikat.
Tak perlu kata-kata manis, cukup tatapan mata
Kita tahu, persahabatan ini sungguh tak ternilai harganya.
Waktu berjalan, badai datang mencoba merenggut
Tapi genggaman tanganmu tak pernah surut.
Kau cermin jiwaku, yang mengerti tanpa kata
Persahabatan ini, melebihi harta dunia.
Kita berjalan, beriringan, menuju satu senja
Bukan akhir yang kita takutkan, tapi janji yang nyata
Dua jiwa, satu tujuan, tak terpisah oleh masa
Hingga nafas terakhir, persahabatan ini abadi, bersama.
Mungkin suatu saat, kita tak lagi muda
Rambut memutih, tapi hati tetap merona.
Sebab kisah kita bukan tentang sampai di mana
Namun tentang siapa yang menemani di setiap jeda.
Kita berjalan, beriringan, menuju satu senja
Bukan akhir yang kita takutkan, tapi janji yang nyata
Dua jiwa, satu tujuan, tak terpisah oleh masa
Hingga nafas terakhir, persahabatan ini abadi, bersama.
Oh, bersama... Kita tak akan pernah sendiri
Hingga akhir nanti, persahabatan sejati.
Bersama....