Ooo...... ooo...
Lampu kota meredup, sisa malam yang bisu
Aku duduk sendiri, memeluk sepi yang kian merayu
Di sudut kamar ini, aroma cinta masih lekat
Tapi kamu tak di sini, hanya kenangan yang terawat
Kita berdua pernah berjanji, takkan ada kata akhir
Mengukir mimpi indah, di atas kertas takdir
eee......eee.....
aa..... A.......
Kini cinta kita bagai melodi yang terputus
Not-notnya masih terdengar, tapi nada galau terus menggerus
Kau dan aku di persimpangan, dengan arah yang berbeda
Kita berdua tahu ini sakit, namun tak bisa kembali ke masa
Bayangan kita berdua, kini hanya garis usang yang samar
Di antara tawa dan air mata, cinta kita berdua....
(
Masih kuingat jelas, tatapan matamu yang hangat
Saat kita berbagi rahasia, di bawah bulan yang pekat
Dulu, genggaman tanganmu adalah pelabuhan teraman
Kini, jarak ini menjelma badai, tanpa ada peringatan
Semua yang kita bangun, perlahan runtuh tak bersisa
Mengapa takdir sekejam ini, memisahkan dua jiwa
Aaaa.....
Kini cinta kita bagai melodi yang terputus
Not-notnya masih terdengar, tapi nada galau terus menggerus
Kau dan aku di persimpangan, dengan arah yang berbeda
Kita berdua tahu ini sakit, namun tak bisa kembali ke masa
Bayangan kita berdua, kini hanya garis usang yang samar
Di antara tawa dan air mata, cinta kita berdua....
Ooo....