Aku hidup untuk satu garis cahaya
Satu janji yang selalu kupegang teguh
Bukan harta, bukan tahta, bukan pula maya
Hanya engkau, yang kuukir di ujung waktu.
Setiap tarikan napas, setiap pagi yang datang
Adalah langkah menuju satu tujuan usang
Kau adalah alasan mengapa aku bertahan
Walau raga ini seringkali ingin dibuang.
(Reff)
Tapi kini, satu hal itu terasa patah
Mengapa hidupku hanyalah sebuah kesalahan?
Ku berikan semua, kini hanya debu dan lelah
Satu tujuan itu kini jadi kekecewaan
Aku hidup untukmu, tapi kau hidup untuk pergi
Tinggalkan aku sendiri, kosong tak berarti.
Semua perjuangan yang telah kulewati
Menjadi lelucon yang tak lucu lagi di hati
Apa gunanya berjalan bila tujuannya mati?
Lebih baik tak pernah ada, tak pernah dimulai.
Lihatlah aku, bekas yang kau tinggalkan
Tersiksa dalam sepi yang tak berkesudahan
Haruskah aku lepaskan satu-satunya pegangan?
Mengubur hidup ini demi kebaikan?