[Verse]
Lampu merah di kokpit, tangan gue gemetar
Rokok sisa separuh, napas bau mesiu
Sayap bocor bolong, badan pesawat bergetar
Seragam bau solar, mata tajam tapi lesu
Radar bunyi batuk, garis depan kebuka
Di bawah tanah kebakar, besi nyari daging
Prajurit gigit doa, rahang kunci rapat
Nama-nama di lidah, berharap masih kering
[Prechorus]
Ini bukan latihan, ini tiket searah
Kursi tanpa pulang, tanpa alamat rumah
[Chorus]
Aku adalah pilot penerjun payung
Garis depan manggil, bukan karpet wangi
Kendali pesawat bergetar tertembak artileri
Gue berteriak, Terjun! Terjun lagi!
Aku adalah pilot penerjun payung
Suara sirine nyeru, jantung gue nyanyi
Kendali pesawat bergetar tertembak artileri
Gue berteriak, Terjun! Hidup atau mati!
[Verse 2]
Panel pecah bergetar, baut mental ke lantai
Baju besi sobek, topeng perang senyum miring
Gue lempar pintu baja, angin nusuk kuping
Langit warna karat, doanya rasa gering
Prajurit mata merah, ransel berat menjerit
Foto keluarga kusut, diselip di dada
Tangan mereka gemetar, genggam tali terakhir
Gue jadi pengaku dosa, tanpa jubah, tanpa nada
[Bridge]
Siapa tulis misi ini di meja rapuh?
Nama gue dicoret, atau ditato di peluru?
Kalau pesawat jatuh, siapa bawa kabar buruk?
Atau semua tenggelam, jadi kabut tanpa huruf?
[Ch