

Prompt / Lyrics
[Verse 1] Bangun bau solar Sarapan asap dan debu Seragam penuh luka lama Tapi wajah tetap beku Kupeluk meriam dingin Seperti saudara sendiri Sebelum besi jadi bara Sebelum nama jadi nisan lagi Suara komandan di headset Setajam garis nadi "Masuk, hajar, lalu hilang" Tapi bayangannya tak pernah pergi [Chorus] Aku kru tank Besi panas dalam dada (hah!) Setiap ledak jadi doa Untuk yang tak pulang ke barak Aku kru tank Hidung hafal bau perang Daging hangus di udara Tuhan, berapa lagi yang harus hilang? (berapa lagi?) [Verse 2] Peluru mantul di dinding Kayak setan ketawa Suara timah cari rumah Kadang rumah itu kepala Kupaksa napas pelan Padahal jantung sprint liar Di sela teriakan radio Ada sunyi minta dengar Teman di kursi sebelah Tadi pagi masih bercanda Sekarang helmnya retak Namanya lengket di tangan ku yang gemetar [Chorus] Aku kru tank Besi panas dalam dada (yah!) Setiap ledak jadi doa Untuk yang tak pulang ke barak Aku kru tank Hidung hafal bau perang Daging hangus di udara Tuhan, berapa lagi yang harus hilang? [Bridge] Kalau aku pulang besok Apa aku masih manusia? Atau cuma rangka bergerak Yang hafal prosedur azan senjata [Chorus] Aku kru tank Besi panas dalam dada (woah) Setiap ledak jadi doa Untuk yang tak pulang ke barak Aku kru tank Hidung hafal bau perang Kalau besok aku yang hilang Tolong ingat, aku juga pernah pulang
Tags
rap, Aggressive electro-punk hip hop with male vocals; distorted 808s and buzzing synth bass under sharp, machine-gun hi-hats. Verses barked in a close, dry vocal, occasional doubled shouts. Hook explodes with gang-style chants, bitcrushed risers, and stuttering drops; mix is tight, claustrophobic, like metal walls closing in, then vents in a final distorted scream-outro., hip hop, punk, electro
2:39
No
1/31/2026