[Intro]
Asap hitam
Langit redup
Telinga berdenging
Jari tetap siap (hah!)
[Verse 1]
Aku bangun dengan bau logam
Baju tidur masih bercorak hitam
Mata merah, tapi langkah tetap mantap
Nama hilang, cuma nomor di plat tempur
Radio berbisik, kode pendek, suara serak
"Gerak maju", walau dada sudah retak
Setiap lubang di dinding besi ini
Punya cerita, punya nama yang tak kembali
Aku lihat kursi kosong di sebelahku
Tali helm masih menggantung rapih
Tak ada jasad, cuma noda kering
Tapi kursi itu masih berat di pikiranku
[Chorus]
Aku kru tank di neraka baja
Setiap hari lihat dunia terbakar saja
Bau daging hangus nempel di dada
Tapi tugas panggil, aku tetap di jalur yang sama
Aku kru tank di neraka baja
Timah panas nyanyi di telinga
Kalau aku pulang, siapa aku nanti?
Mata perang, tapi rumah tak kenali
[Verse 2]
Setiap ledakan bikin waktu melambat
Serpihan masuk, doaku terpotong cepat
Aku bisa rasain kulit yang kebakar
Walau sekarang kosong, kursi masih bergetar
Ada tawa gugup di dalam headset
Ngomong receh biar lupa tiket maut
Tapi saat pelurumu kena target
Ada bagian jiwa ikut jatuh di selimut debu
Kupikir aku kebal, ternyata cuma beku
Hati disimpan di loker, tak dibawa masuk
Kalau ada yang tanya, "Bang, apa kau takut?"
Jawabku datar, "Takutku sudah habis dulu"
[Chorus]
Aku kru tank di neraka baja
Setiap hari lihat dunia terbakar saja
Bau daging hangus nempel di dada
Tapi tugas panggil, aku tetap di jalur yang sama
Aku kru tank di neraka baja
Timah panas nyanyi di telinga
Kalau aku pulang, siapa aku nanti?
Mata perang, tapi rumah tak kenali
[Bridge]
Setiap pantulan peluru di dinding
Kayak suara nama yang kau lupakan
Setiap denting di besi ini
Kayak detak hati yang dipaksakan
Kalau besok giliran kursiku kosong
Siapa yang bakal ingat napasku berujung gosong?
Kalau bau ini hilang dari bajumu
Apakah kau masih inget wajahku?
[Chorus]
Aku kru tank di neraka baja
Setiap hari lihat dunia terbakar saja
Bau daging hangus nempel di dada
Tapi tugas panggil, aku tetap di jalur yang sama
Aku kru tank di neraka baja
Timah panas nyanyi di telinga
Kalau aku pulang, siapa aku nanti?
Mata perang, tapi rumah tak kenali (tak kenali)