[Verse 1]
Bangun jam tiga
Seragam bau oli lama
Sarapan kopi murahan
Tangan masih gemetar
Masuk besi raksasa
Besi berdoa pakai karat
Setiap baut hafal nama
Setiap gores simpan kiamat
Radio serak, kode singkat
“Gerak maju” suara datar
Jarak musuh cuma angka
Tapi darah lengket di mata
[Chorus]
Aku kru tank
Hidup di perut besi yang pengap
Setiap ledak jadi doa yang serak
Kalau balik, berarti belum habis hak
Aku kru tank
Hidung hafal bau daging hangus
Timah panas nari mental di rangkus
Kuping budeg, tapi mimpi masih jelas (masih jelas)
[Verse 2]
Pelindung tipis karbon rapuh
Tapi wajah disuruh tegar
Lihat menara sebelah runtuh
Temen hilang, tinggal nomor di daftar
Asap hitam masuk paru
Batuk darah, bilang “cuma flu”
Ketawa pahit sambil isi peluru
Takut mati, malu ngaku
Setiap sorot api di moncong
Satu rumah hilang di kejap
Di laporan cuma catat “bersih”
Tapi mataku nggak ikut kabur cepat
[Chorus]
Aku kru tank
Hidup di perut besi yang pengap
Setiap ledak jadi doa yang serak
Kalau balik, berarti belum habis hak
Aku kru tank
Hidung hafal bau daging hangus
Timah panas nari mental di rangkus
Kuping budeg, tapi mimpi masih jelas (masih jelas)
[Bridge]
Kalau besok bodi ini remuk
Siapa baca nama di plat kusam
Kalau besok dunia ini diam
Siapa simpan cerita di dalam
[Chorus]
Aku kru tank
Hidup di perut besi yang pengap
Setiap ledak jadi doa yang serak
Kalau balik, berarti belum habis hak
Aku kru tank
Hidung hafal bau daging hangus
Timah panas nari mental di rangkus
Kuping budeg, tapi mimpi masih jelas (masih jelas)