[Verse 1]
Bangun bau solar
Sarapan asap dan debu
Seragam penuh luka lama
Tapi wajah tetap beku
Kupeluk meriam dingin
Seperti saudara sendiri
Sebelum besi jadi bara
Sebelum nama jadi nisan lagi
Suara komandan di headset
Setajam garis nadi
"Masuk, hajar, lalu hilang"
Tapi bayangannya tak pernah pergi
[Chorus]
Aku kru tank
Besi panas dalam dada (hah!)
Setiap ledak jadi doa
Untuk yang tak pulang ke barak
Aku kru tank
Hidung hafal bau perang
Daging hangus di udara
Tuhan, berapa lagi yang harus hilang? (berapa lagi?)
[Verse 2]
Peluru mantul di dinding
Kayak setan ketawa
Suara timah cari rumah
Kadang rumah itu kepala
Kupaksa napas pelan
Padahal jantung sprint liar
Di sela teriakan radio
Ada sunyi minta dengar
Teman di kursi sebelah
Tadi pagi masih bercanda
Sekarang helmnya retak
Namanya lengket di tangan ku yang gemetar
[Chorus]
Aku kru tank
Besi panas dalam dada (yah!)
Setiap ledak jadi doa
Untuk yang tak pulang ke barak
Aku kru tank
Hidung hafal bau perang
Daging hangus di udara
Tuhan, berapa lagi yang harus hilang?
[Bridge]
Kalau aku pulang besok
Apa aku masih manusia?
Atau cuma rangka bergerak
Yang hafal prosedur azan senjata
[Chorus]
Aku kru tank
Besi panas dalam dada (woah)
Setiap ledak jadi doa
Untuk yang tak pulang ke barak
Aku kru tank
Hidung hafal bau perang
Kalau besok aku yang hilang
Tolong ingat, aku juga pernah pulang