[Verse]
Parit penuh luka, bau besi dan tanah,
Langkah berat, kepala panas, jiwa terbelah.
Tangan gemetar, tapi tugas tak bisa berhenti,
Balut luka, darah jadi tinta, tulis tragedi.
[Prechorus]
Darah di tangan, denyut perang di dada,
Artileri jatuh, langit pun bersuara.
[Chorus]
Aku prajurit medis di neraka ini,
Tolong satu persatu, meski hidupku dipertaruhkan.
Hujan artileri, lumpur jadi saksi,
Hidup atau mati, tetap ku berdiri.
[Verse 2]
Teriakan memecah, suara jiwa yang terkoyak,
Jahit luka, harapan tipis tetap ku jaga.
Helm berdebu, peluru melintas dekat telinga,
Ku tak gentar, meski maut ikut beriringan.
[Bridge]
Gelap mata, tapi hati tak pernah mati,
Tangan di luka, doa di langit tinggi.
Hujan api, tapi harapan tetap menyala,
Prajurit medis, jiwa perang tapi tak bersenjata.
[Chorus]
Aku prajurit medis di neraka ini,
Tolong satu persatu, meski hidupku dipertaruhkan.
Hujan artileri, lumpur jadi saksi,
Hidup atau mati, tetap ku berdiri.