[Verse]
Aku adalah Paratrooper, langit jadi medan,
Baling-baling pesawat berputar, gendang telinga berdentang,
Artileri meledak, seperti genderang perang,
Napas berat, adrenalin deras, rasa takut kutendang.
[Prechorus]
Pesawat goyang, kena tembak, semua goyah,
Pilot teriak, “Bersiap, ini waktunya!”
Lompatan ke takdir, gravitasi memanggil,
Hidup di ujung jarum, nasib kita menggiling.
[Chorus]
Melompat! Melawan angin yang menggila,
Melompat! Takdir di langit terbuka,
Melompat! Di antara peluru dan bahaya,
Aku paratrooper, tak kenal menyerah.
[Verse 2]
Langit gelap, jadi kanvas mimpi yang retak,
Bintang pun sembunyi, takut suara ledak,
Parasut kugenggam, seperti janji yang rapat,
Angin mencabik wajah, nyawa jadi taruhan cepat.
[Bridge]
Langkah di udara, tarian tanpa lantai,
Peluru melesat, simfoni neraka di tengah badai,
Di bawah, tanah berteriak, “Datanglah berperang!”
Aku jawab tantangan, hidup di jalur petarung yang garang.
[Chorus]
Melompat! Melawan angin yang menggila,
Melompat! Takdir di langit terbuka,
Melompat! Di antara peluru dan bahaya,
Aku paratrooper, tak kenal menyerah.