(Verse 1)
Di dapur usang, tersimpan kisah pilu
Di balik aroma masakan, terpendam rindu
Mama, sang filsuf rasa, mencipta keajaiban
Dari bahan sederhana, lahir hidangan penuh makna
(Chorus)
Oh, mama, alkemis dapur, ramuanmu magis
Mengubah rasa menjadi cinta, menyentuh jiwa yang hampa
Setiap hidangan, bait-bait puisi kehidupan
Mengajarkan arti kesederhanaan, dalam kelezatan
(Verse 2)
Tangan mama, kuas ajaib, melukis di atas piring
Warna-warni hidangan, bagai lukisan penuh arti
Sayur mayur menari riang, diiringi rempah berdendang
Menyatu dalam harmoni rasa, simfoni di lidah
(Chorus)
Oh, mama, alkemis dapur, ramuanmu magis
Mengubah rasa menjadi cinta, menyentuh jiwa yang hampa
Setiap hidangan, bait-bait puisi kehidupan
Mengajarkan arti kesederhanaan, dalam kelezatan
(Bridge)
Di sebalik asap dapur, terukir filosofi hidup
Kesabaran, ketekunan, dan cinta yang tak lekang
Mama, guru sejati, tanpa kata-kata
Mengajarkan makna kehidupan, melalui kelezatan rasa
(Chorus)
Oh, mama, alkemis dapur, ramuanmu magis
Mengubah rasa menjadi cinta, menyentuh jiwa yang hampa
Setiap hidangan, bait-bait puisi kehidupan
Mengajarkan arti kesederhanaan, dalam kelezatan
(Outro)
Mama, oh mama, sang pujangga rasa
Hidanganmu, warisan berharga
Di setiap suap, ku temukan makna
Kearifan hidup, dalam kelezatan yang abadi