haaaa..... Haaaa.... Haaaa
Oooo.....
Dulu kau datang, membawa cahaya benderang
Menjanjikan pagi, setelah malam yang panjang
Kusebut itu cinta, sebuah kata yang magis
Merangkai kisah kita, di atas kanvas yang manis
Aku tak pernah ragu, seluruh hati ku beri
Karena aku percaya, kau adalah obat sejati.
(Chorus)
Namun, cinta ini ternyata adalah luka yang sakit
Setiap sentuhannya, meninggalkan sayatan yang rumit
Kau hadir bagai madu, tapi di dalamnya ada racun
Yang perlahan membunuh, semua harap yang sudah terajut
Mengapa yang paling indah, harus jadi yang paling perih?
Kini cinta membuatku sakit, dan sulit untuk pulih.
(Verse 2)
Aku coba bertahan, mencari sisa-sisa alasan
Membenarkan perihmu, yang kau sebut ujian
Kau bilang ini wajar, bagian dari sebuah proses
Tapi yang kurasa, hanya kehancuran yang tak tertepis
Malam-malamku dingin, dihantui janji yang palsu
Mengapa aku harus jatuh, pada ilusi yang merenggutku?
(Chorus)
Namun, cinta ini ternyata adalah luka yang sakit
Setiap sentuhannya, meninggalkan sayatan yang rumit
Kau hadir bagai madu, tapi di dalamnya ada racun
Yang perlahan membunuh, semua harap yang sudah terajut
Mengapa yang paling indah, harus jadi yang paling perih?
Kini cinta membuatku sakit, dan sulit untuk pulih.
(Bridge)
Mungkin aku harus sadar, bahwa obat terbaik
Adalah pergi dari tempat, yang membuat jiwa ini tercekik
Melepaskan genggaman, meski darah mengalir deras
Karena bertahan di sini, hanya membuatku hangus tak berbekas.
(Chorus)
Namun, cinta ini ternyata adalah luka yang sakit
Setiap sentuhannya, meninggalkan sayatan yang rumit
Kau hadir bagai madu, tapi di dalamnya ada racun
Yang perlahan membunuh, semua harap yang sudah terajut
Mengapa yang paling indah, harus jadi yang paling perih?
Kini cinta membuatku sakit, dan sulit untuk pulih.
Sakit ini adalah bukti, betapa dalamnya aku mencinta.
Dan cinta yang sakit, kini saatnya dilepas saja.