Senja datang lagi, warna jingga yang perlahan mati
Menyentuh jendela kamar, membawa dingin yang tak terperi
Di luar sana, siluet kota mulai menyala
Namun di sini, hanya aku dan hening yang bicara
Kursi yang kosong di sampingku, masih terasa bekasmu
Menyimpan janji-janji, yang kini hanya jadi pilu.
Di malam senja ini, aku masih sendiri
Menghitung bintang yang enggan datang, menemani sunyi
Bukan tak ingin melangkah, tapi hati belum terbiasa
Melepaskan bayangmu yang indah, dari setiap sudut jiwa
Waktu terus berjalan, namun aku masih di sini
Terperangkap dalam rindu, yang tak kunjung terobati.......
Angin malam berhembus, membawa harum sisa hujan
Membelai pipi yang basah, entah oleh embun atau kenangan
Kopi di cangkirku dingin, seperti hati yang kau tinggalkan
Tersisa pahitnya saja, tanpa ada rasa harapan
Aku coba tersenyum, menyapa cermin yang memantul
Tapi mata tak bisa bohong, menyimpan duka yang mengerut.
Ooo... Aaa....
Di malam senja ini, aku masih sendiri
Menghitung bintang yang enggan datang, menemani sunyi
Bukan tak ingin melangkah, tapi hati belum terbiasa
Melepaskan bayangmu yang indah, dari setiap sudut jiwa
Waktu terus berjalan, namun aku masih di sini
Terperangkap dalam rindu, yang tak kunjung terobati.
Mungkin esok pagi, aku akan temukan cahaya baru
Menghapus jejak senja kelabu, yang selalu menghantuiku
Tapi untuk malam ini, biarkan aku sedikit lemah
Menikmati kesendirian ini, sebelum hati kembali tabah.
(Chorus)
Di malam senja ini, aku masih sendiri
Menghitung bintang yang enggan datang, menemani sunyi....
Aaaa..... Aaaa.....