Hening menyergap, di sudut ruang kelam
Bintang di luar sana, tak mampu beri salam
Nadi berdenyut, ritmenya mulai ragu
Di persimpangan jalan, aku berdiri kaku
Pikiran berlari, memutar memori lama
Setiap tawa dan air mata, kini jadi dogma
Pertanyaan menusuk, tanpa ada jawaban
Apakah aku harus berhenti, atau terus berjalan?
Di sinilah batas, antara hidup atau tidak
Cahaya yang memanggil, dan jurang yang menganga
Menyentuh tepi takdir, di ujung perpisahan
Apakah aku menyerah, atau genggam kesempatan?
Ini adalah garis batas, penentu dari segalanya.
.......
Udara terasa tipis, membebani setiap tarikan
Masa lalu mengejar, menghadirkan penyesalan
Kekuatan di jiwa, perlahan mulai luntur
Mencari alasan untuk bertahan, yang makin kabur