**intro gitar solo**
(Verse 1)
Di pentas ceria mereka berjanji,
Mulut manis, tapi hati tak selari,
Kemanakah suara rakyat wahai pemimpin,
Kau menanti undi, kami menanti keajaiban.
(Chorus)
Oh, bising suara, tapi kosong isi,
Janji manis, penuh drama sekali,
Rakyat di sini terperangkap harapan,
Dalam gelora, tamparan kekecewaan.
(Verse 2)
Dari pagi hingga ke malam,
Beratus wajah, seribu harapan,
Berpura-pura melihat kesusahan,
Padahal semua hanya sandiwara pilihan.
(Chorus)
Oh, bising suara, tapi kosong isi,
Janji manis, penuh drama sekali,
Rakyat di sini terperangkap harapan,
Dalam gelora, tamparan kekecewaan.
(Bridge solo gitar electrik )
Ribuan janji, satu demi satu,
Semua hilang, di tiup angin lalu,
Kami menanti, kami berhak tahu,
Di mana kau, oh pemimpin yang baruku?
(Chorus)
Oh, bising suara, tapi kosong isi,
Janji manis, penuh drama sekali,
Rakyat di sini terperangkap harapan,
Dalam gelora, tamparan kekecewaan.
(Outro)
Hanya suara bisu dalam gelap,
Kita menunggu di dalam kabus pekat,
Suatu hari mungkin ada sinar,
Tapi kini, oh kami kecewa dan terpaksa sabar.
---