*(intro musik)**
(Verse 1)
Setiap hari ku lewati jalan ini,
Di balik jendela sepi,
Ada sepasang mata,
Redup, berkaca, tajam merenung jauh penuh tanda tanya.. .
(Verse 2)
Seraut wajah lembut melingkari
Kosong pandangan penuh misteri
Bak bintang yang hilang sinarnya,
Gambaran wajah penuh tanda tanya
Menyimpan duka yang samar.
(Chorus)
Oh, sepasang mata,
Menggamit hatiku untuk mendekat,
Namun langkah ku paksa berhenti,
Kerna ku menyedari
ada garis merintangi antara kita..
(Pre-Chorus)
Setiap hembusan angin,
Membawa tanya yang tak terjawab,
Wajah misteri siapa empunya ,
Menyimpan duka dan luka yang tak terungkap. .
(Pre-chorus)
Hari-hari silih berganti,
Wajah misteri kini tiada lagi,
Hanya jendela kosong,
Bersama bayu syahdu yang berbisik
Sepi...
(Chorus)
Oh, sepasang mata,
Menggamit hatiku mendekat,
Namun langkah ku paksa berhenti ,
Ada garis merintangi antara kita.
(Gitar solo panjang)
(Bridge)
Saat-saat sunyi menyapa dijiwa
Hati ini bertanya,
Seraut wajah penuh lara,
Berbicara tanpa suara, oh…
(Chorus)
Oh, sepasang mata,
Kini hanya kenangan,
Yang ada hanya jendela usang,
Bersama cerita, yang tidak terjawap,
(Outro)
Seraut wajah kini menghilang,
Tinggalkan luka tak terubat,
Sepasang mata di jendela,
Selamanya akan tersemat di hati.
... dan aku meneruskan langkah sepi ini..