**intro music masukkan instrument flute**
(Verse 1)
Di lorong-lorong sunyi, tercium bau hanyir,
Seorang wanita berdiri, wajahnya kelam terpikir.
Menjual maruahnya, tanpa rasa berdosa,
Dalam kegelapan malam, dia mencari cara.
(Chorus)
Oh lorong hanyir, kisah yang pahit,
Anak-anak kecil terbiar, siapa mendengar jerit?
Lelaki-lelaki hidung belang, mencari kesenangan,
Cahaya pudar memadam, harapan di tangan.
(Verse 2)
Dia punya mimpi, tapi terkurung dalam realiti,
Hati yang terluka, terpaksa menghadapi.
Di tengah kesunyian, dia bertahan hidup,
Namun dalam diam, jiwanya kian rebah.
(Chorus)
Oh lorong hanyir, kisah yang pahit,
Anak-anak kecil terbiar, siapa mendengar jerit?
Lelaki-lelaki hidung belang, mencari kesenangan,
Cahaya pudar memadam, harapan di tangan.
(Bridge gitar solo panjang)
Mungkin ada cahaya di hujung jalan,
Mungkin akan datang hidayah, menuntun langkahnya.
Tapi sementara itu, dunianya terkurung,
Dalam lorong hanyir, bersama derita yang tertanggung.
(Chorus)
Oh lorong hanyir, kisah yang pahit,
Anak-anak kecil terbiar, siapa mendengar jerit?
Lelaki-lelaki hidung belang, mencari kesenangan,
Cahaya pudar memadam, harapan di tangan.
(Outro)
Semoga ada hari, sinar akan datang,
Menghapuskan lorong ini, memberikan harapan.
Untuk wanita yang berani, dan anak-anak yang terlupa,
Mari kita bangkit, untuk masa depan kita.