Lampu merah menyala, trotoar jadi rumah
Bukan karpet merah, bukan istana megah
Kami hirup debu, kami peluk dingin malam
Di bawah langit Jakarta, hidup ini kami genggam
Mereka di sana bicara soal warisan
Kami di sini bicara soal bertahan
Bukan salah nasib, ini pilihan takdir
Kami punya cerita, takkan pernah terukir
Kami anak jalanan, bukan anak Presiden
Dompet tak tebal, tapi nyali takkan absen
Kami tak punya nama besar di koran ternama
Tapi punya harga diri, takkan bisa dibeli
Aspal adalah saksi, kami tetap berdiri
Dari sisa rezeki, kami bagi dengan senyum
Bukan kemewahan, hanya kenyang yang kami tuju
Sepatu bolong ini, saksi ribuan langkah kaki
Mengejar mimpi yang jauh, walau tanpa koneksi
Bukan Anak Presiden...
Kami anak jalanan...
Dengan keringat kami ukir kebanggaan!