Aku hanya anak jalanan, bukan dari keluarga terpandang
Tidurnya beralas kardus, berselimutkan dinginnya malam
Lampu-lampu kota jadi bintang, bising kendaraan jadi melodi
Setiap hari adalah perjuangan, untuk bertahan hidup sendiri
Mereka lihat dari jauh, dengan tatapan penuh iba
Tak tahu kerasnya hidup, di mana air mata tak berguna
Aku bukan meminta, hanya berusaha keras
Mencari rezeki halal, di tengah terik yang tak kenal belas
Aku hanya anak jalanan, tapi punya harga diri
Takkan mencuri mimpi orang, 'tuk puaskan rasa lapar ini
Aspal ini saksi bisu, dari setiap langkah yang ku jejak
Meskipun dicaci, aku tetap tegak, takkan pernah beranjak
Kaki langit kota ini, adalah rumahku yang abadi
Baju lusuh dan robek, mungkin terlihat tak berarti
Tapi setiap seratnya, menyimpan cerita yang telah kulewati
Senyum yang kupunya, bukan palsu atau rekayasa
Itu cara bersyukur, atas apa yang masih tersisa
(yea)