**Intro Musik sedih**
(Verse 1)
Di pagi yang kelabu, aku terjaga
Menyusuri bayang-bayang kenangan yang hampa
Sebuah cangkir menanti, dengan aroma yang menyapa
Namun rasa pahitnya, menyiratkan cerita luka
(Chorus)
Secawan kopi pahit, menemaniku bersendiri
Seperti cinta yang hilang, tak pernah kembali
Setiap tegukan air mata, terlahir dalam gelas
Mengukir kisah kita, yang tak akan pernah tuntas
(Verse 2)
Kini segalanya pergi, menjauh dari pandangan
Sisa-sisa memori, hanya tinggal bayangan
Dalam setiap tetes air, ada harapan yang pudar
Mencari secercah rasa, di balik pahit yang samar
(Chorus)
Secawan kopi pahit, menemaniku bersendiri
Seperti cinta yang hilang, tak pernah kembali
Setiap tegukan air mata, terlahir dalam gelas
Mengukir kisah kita, yang tak akan pernah tuntas
(Bridge gitar solo pengiring)
Hidup kita, bagai kopi dan gula
Dulu manis bersama, kini semua sirna
Namun kutetap menyeruput, meski pahit terasa
Karena di dalam rasa, ada nikmat berharga
(Chorus)
Secawan kopi pahit, menemaniku bersendiri
Seperti cinta yang hilang, tak pernah kembali
Setiap tegukan air mata, terlahir dalam gelas
Mengukir kisah kita, yang tak akan pernah tuntas
(Outro)
Kini kuabadikan, dalam secawan ini
Setiap pahitnya cinta, jadi kenangan abadi
Walau kandungan rasa, takkan pernah sama
Secawan kopi pahit, membawa cerita kita.