[Intro - Instrumental]
[Petikan gitar akustik folk yang hangat membuka lagu, lalu disusul masuknya cak–cuk keroncong secara halus, memberi kesan tenang dan akrab sejak detik pertama.]
[Verse 1]
Aku hidup di jalur biasa
Hari lewat tanpa tanda tanya
Tak berharap lebih dari apa
Cukup tenang, cukup seadanya
Lalu kamu datang pelan
Tak ribut, tak berlebihan
Cuma duduk, dengar ceritaku
Tapi entah kenapa… nyaman
[Pre-Chorus]
Aku tak pandai membaca rasa
Tak cepat percaya pada kata
Tapi caramu tinggal sederhana
Bikin hatiku buka jendela
[Chorus]
Kamu datang pelan
Tapi tinggalnya dalam
Mengubah sepi jadi tempat pulang
Tanpa janji, tanpa paksaan
Kamu datang pelan
Tak minta aku hebat
Cukup aku yang apa adanya
Dan itu terasa tepat
[Post-Chorus]
Kalau ini cuma singgah
Terlalu hangat untuk sementara
Kalau ini memang rumah
Biar pelan, aku jaga
[Verse 2]
Aku belajar percaya lagi
Bukan karena kata manis
Tapi dari caramu hadir
Saat dunia terasa tipis
Tak semua harus direncana
Tak semua harus sempurna
Kadang bahagia datang
Saat kita berhenti bertanya
[Pre-Chorus 2]
Aku masih penuh jeda
Masih ragu di beberapa langkah
Tapi kamu tak buru-buru
Dan itu lebih dari cukup
[Chorus]
Kamu datang pelan
Tapi tinggalnya dalam
Mengubah sepi jadi tempat pulang
Tanpa janji, tanpa paksaan
Kamu datang pelan
Tak minta aku hebat
Cukup aku yang apa adanya
Dan itu terasa tepat
[Bridge]
Jika nanti jalan menyempit
Jika hari tak selalu ramah
Duduk saja di sampingku
Kita dengarkan waktu berjalan
Tak perlu janji panjang
Tak perlu takut kehilangan
Selama kita masih mau tinggal
Di percakapan yang jujur dan tenang
[Final Chorus]
Kamu datang pelan
Dan aku tak lari
Untuk pertama kali
Aku memilih tetap di sini
Kamu datang pelan
Dan aku belajar
Bahwa dicinta tak selalu keras
Kadang cukup… sabar
[Outro]
Bila esok berubah arah
Dan hidup menguji rasa
Setidaknya aku pernah tahu
Tenang itu… bisa bernama kamu