[Intro – Gitar Distorsi & Drum Slow-Build]
(Suara serak, pelan tapi tajam)
> "Bayang tu masih ada... dalam cermin... dalam mimpi..."
---
[Verse 1]
Sejak kecil aku hidup tanpa suara
Tak sempat panggil ‘ayah’, dunia terus dera
Tiap sen aku cari, dari luka yang bernanah
Jalan penuh duri, tapi aku tak menyerah
---
[Pre-Chorus]
> Bila kawan dipeluk bapa mereka
Aku cuma pandang langit, tanya: "Kat mana dia?"
---
[Chorus – Meletup Emosi + Gitar Power Chord]
Bayang ayah, kau hidup dalam mimpi
Aku dewasa, tapi kosong dalam diri
Lawan dunia tanpa tunjuk arah
Setiap luka jadi harga maruah!
Bayang ayah, kau tak pernah tahu
Anakmu ni dah jadi wira tanpa restumu!
---
[Verse 2]
Sekolah aku redah, baju lusuh di badan
Balik kerja malam, makan roti laparkan
Mak menangis dalam sunyi yang pekat
Aku tukar air mata jadi semangat
---
[Pre-Chorus]
> “Jangan jadi lemah,” bisik aku sendiri
Dalam bayang hitam, aku bina identiti
---
[Chorus – Vokal Tinggi, Rasa Meledak]
Bayang ayah, kau hidup dalam mimpi
Aku dewasa, tapi kosong dalam diri
Lawan dunia tanpa tunjuk arah
Setiap luka jadi harga maruah!
Bayang ayah, kau tak pernah tahu
Anakmu ni dah jadi wira tanpa restumu!
---
[Bridge – Breakdown Emosi, Clean Gitar + Jeritan Dalam Hati]
> Aku tak benci, tapi aku kecewa
Mana suara yang patut ada?
Bila jatuh, siapa angkat aku?
Aku sendiri... aku yang bantu!
---
[Final Chorus – Versi Paling Meletup, Dengan Harmoni]
Bayang ayah, kini aku berdiri
Di pentas luka, tapi jiwa berapi!
Lawan nasib, tanpa pelindung dada
Aku tak sempurna, tapi aku wira!
Bayang ayah, tengok aku dari sana...
Anakmu kini... jadi legenda!
---
[Outro – Gitar Menangis, Fade Out Dengan Suara Latar]
> “Aku maafkan... tapi aku tak lupa...”