(Intro: Suara ambient yang tidak selaras)
(Verse 1 – Bisikan berat)
fajar robek... bukan oleh matahari
tapi oleh rantai jam dinding yang menagih janji
napas ini bukan milikku, dipinjamkan oleh waktu
untuk menjadi sekrup di mesin itu
tulang punggung berseru, menahan langit yang runtuh
aku tidak ingin berdiri...
tapi tanah di bawahku memaksaku berdiri!
(Pre-Chorus – Vokal bersih yang tersiksa).
mereka bilang: "bertahanlah"
seolah badai ini adalah pilihan
mereka bilang: "kamu kuat"
padahal aku hanya mayat yang dipaksa sehat...
karena harga sebuah menyerah... terlalu berat!
(Chorus – Jeritan ekstrem)
DIPAKSA WARAS DI DALAM GILA!
DIPAKSA TEGAK DI ATAS CEDERA!
keadaan menjahit mulutku yang ingin menjerit!kenyataan memotong sayapku yang ingin pamit!hiduplah! hiduplah! walau sebagai bangkai!berjalanlah! berjalanlah! walau kaki mati terurai!
(Bridge – Spoken word/Teatrikal)
apakah kau mendengar suara besi yang ditempa?
itu adalah jiwaku.
bukan dibentuk untuk menjadi indah...
tapi dipukul berkali-kali...
hanya agar tidak hancur saat diinjak dunia.
aku tidak menjadi kuat karena aku mau...
aku menjadi kuat karena tidak ada pilihan lain.
(Guitar Solo / Avant-Garde Chaos)(Outro – Choir/Paduan Suara)
(Chorus – Jeritan ekstrem)
DIPAKSA WARAS DI DALAM GILA!
DIPAKSA TEGAK DI ATAS CEDERA!
keadaan menjahit mulutku yang ingin menjerit!kenyataan memotong sayapku yang ingin pamit!hiduplah! hiduplah! walau sebagai bangkai!berjalanlah! berjalanlah! walau kaki mati terurai!
(Outro)
merayap... dalam sunyi...
dipeluk... oleh paksaan...
besok pagi... mesin ini berputar lagi...
dan aku... harus kembali berpura-pura......
Lagi....!!!!
(Ending: Kesunyian total)