(Solo gitar)
(Intro-instrumental)
(Break)
(Intro-accoustic)
(Verse 1)
Kita duduk di ruang yang sama
Namun jemarimu tak lagi ada
Ada jarak yang tak kasat mata
Tumbuh perlahan di antara kita
(Verse 2)
Dulu tawa kita memecah sunyi
Kini hanya ada hening yang menemani
Setiap tatapan terasa hambar
Benarkah rasa itu sudah terdampar?
(Pre-Chorus)
Mengapa hangat berubah dingin?
Kau ada di sini,
tapi seperti angin
Melintas tanpa pernah menetap lagi
(Chorus)
Cinta kita perlahan memudar
Seperti warna daun yang kian mengering
Kita tak lagi saling mengejar
Hanya dua asing dalam satu cerita yang asing
Cinta kita perlahan memudar
Seperti warna daun yang kian mengering
Kita tak lagi saling mengejar
Hanya dua asing dalam satu cerita yang asing
Dulu berapi-api, kini padam tak berarti
(Breakdown-accoustic)
(Verse 4 - NEW)
Meja makan ini saksi bisu
Dua cangkir kopi yang mendingin kaku
Tak ada lagi tanya tentang hari ini
Hanya denting sendok memecah sunyi
(Bridge 1)
Haruskah kita terus bertahan?
Berpura-pura dalam kepalsuan
Atau relakan saja yang telah usai
Siring dengan luka yang perlahan terurai?
(Pre-Chorus)
Mengapa hangat berubah dingin?
Kau ada di sini,
tapi seperti angin
Melintas tanpa pernah menetap lagi
(Choir Section - NEW)(Suara choir masuk perlahan, berbisik lalu meninggi secara dramatis)
(Sopran/Alto): Dingin... kian mendingin...
(Tenor/Bass): Padam... semua telah padam...
(Semua): Rasa yang agung, kini terkubur waktu!
(Semua): Lepaskan... lepaskan... jiwa yang terbelenggu!
(Chorus - Full Choir & Soloist)(Vokal utama bernyanyi dengan latar suara harmoni choir yang megah)
Cinta kita perlahan memudar
Seperti warna daun yang kian mengering
Kita tak lagi saling mengejar
Hanya dua asing dalam satu cerita yang asing
Cinta kita perlahan memudar
Seperti warna daun yang kian mengering
Kita tak lagi saling mengejar
Hanya dua asing dalam satu cerita yang asing
Dulu berapi-api, kini padam tak berarti
(Solo gitar)
(Verse 3 - NEW)
Lembar demi lembar buku kita
Kini penuh dengan coretan hampa
Kau membaca dalam diammu
Aku menulis dalam tangisku
(Bridge 2 - NEW)
Kita sama-sama tahu ini ujungnya
Namun ego menahan kata berpisah
Menanti siapa yang kan menyerah duluan
Di dalam badai sepi yang melelahkan
(Pre-Chorus)
Mengapa hangat berubah dingin?
Kau ada di sini,
tapi seperti angin
Melintas tanpa pernah menetap lagi
(Chorus )
Cinta kita perlahan memudar
Seperti warna daun yang kian mengering
Kita tak lagi saling mengejar
Hanya dua asing dalam satu cerita yang asing
Cinta kita perlahan memudar
Seperti warna daun yang kian mengering
Kita tak lagi saling mengejar
Hanya dua asing dalam satu cerita yang asing
Dulu berapi-api, kini padam tak berarti
(Outro)(Choir bernyanyi lembut di latar: Oooo... Meredup... Oooo...)
Kini lampu cerita kita telah padam
(Choir):Oooo.....Oooo .....
Selamat tinggal cinta yang pernah indah
Sekarang... kita hanyalah sejarah.
(Choir):Oooo......Oooo.....