(Intro)
(Verse 1)
masih ku ingat jelas, hari pertama kita berjumpa,
Di tengah ramainya dunia, hadirmu bagai sempurna.
Senyum yang menawan, mata yang bersinar,
Kau torehkan cerita indah, dalam hidupku yang sebentar.
Walaupun waktu kita terjalin, tak begitu lama,
Kau berikan warna baru, hilangkan semua drama.
Setiap perbualan, setiap tatapan,
Meninggalkan kesan mendalam, sukar untuk dilupakan.
Kau ajarkan aku erti bahagia yang sederhana,
Walau kini kau tiada di sisi, kenangan itu tetap bermakna.
Terima kasih untuk waktu yang terindah,
Kau adalah babak istimewa, yang pernah singgah.
(Chorus)
Terima kasih pernah singgah, walau hanya sekilas,
Di relung hati ini, jejakmu takkan terlepas.
Kenangan manis bersamamu, kan terus membekas,
Jejak sementara hadirmu, makna selamanya berbekas.
(Verse 2)
Mungkin garis takdir kita, memang berbeda arah,
Namun pertemuan itu, tetap sebuah anugerah.
Kau bukakan pintu hati, yang lama terkunci,
Memberi keyakinan diri, untuk kembali bermimpi.
Setiap nasihatmu, setiap perhatian,
Menjadi pedoman hidupku, dalam setiap tindakan.
Kau adalah inspirasi, dalam setiap langkah,
Walau kini sendiri, ku tak lagi gundah.
Kau tanamkan benih kebaikan, di jiwa yang sepi,
Walau perpisahan menyakitkan, ku tetap mengerti.
Terima kasih untuk pelajaran yang berharga,
Kau adalah guru kehidupan, yang istimewa.
(Chorus)
Terima kasih pernah singgah, walau hanya sekilas,
Di relung hati ini, jejakmu takkan terlepas.
Kenangan manis bersamamu, kan terus membekas,
Jejak sementara hadirmu, makna selamanya berbekas.
(Bridge)
Tak ada rasa sesal, yang ada hanya berterima,
Untuk setiap momen indah, yang pernah kita ukir bersama.
Kau adalah kepingan puzzle, yang sempat melengkapi,
Walau kini hilang, tetap ku hargai.
(Chorus)
Terima kasih pernah singgah, walau hanya sekilas,
Di relung hati ini, jejakmu takkan terlepas.
Kenangan manis bersamamu, kan terus membekas,
Jejak sementara hadirmu, makna selamanya berbekas.
(Outro)
Jejakmu... sementara... makna... selamanya... di hati...