(Intro)
(Verse 1)
Di tanah air tercinta, di bawah langit yang sama,
Terpendam rintihan jiwa, tertindas hak manusia.
Hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas yang megah,
Keadilan bagai hilang arah, rakyat jelata menanggung resah.
(Pre-Chorus)
Suara kami bagai bisikan, di telinga yang tuli,
Keluhan kami bagai bayangan, di mata yang tak peduli.
Setiap janji manis terpalit, hanya dusta yang terukir,
Sistem yang sakit terus berulit, Tangisan rakyat merana terus Mengalir.
(Chorus)
Jeritan dalam sunyi, bergema di setiap hati,
Tangisan tak berperi, menanti keadilan sejati.
Sampai bila kami begini, terperangkap dalam tirani?
Bangkitlah wahai anak negeri, tuntutlah hak yang dicuri!
(Verse 2)
Beban hidup kian berat, harga melambung tak terkawal,
Yang kaya semakin berlipat, yang miskin terpinggir dan gagal.
Pendidikan bukan lagi hak, tapi impian yang menjauh,
Kesihatan hanya untuk pihak, yang berkuasa Berpengaruh.
(Pre-Chorus)
Suara kami bagai bisikan, di telinga yang tuli,
Keluhan kami bagai bayangan, di mata yang tak peduli.
Setiap janji manis terpalit, hanya dusta yang terukir,
Sistem yang sakit terus berulit, Tangisan rakyat merana terus Mengalir.
(Chorus)
Jeritan dalam sunyi, bergema di setiap hati,
Tangisan tak berperi, menanti keadilan sejati.
Sampai bila kami begini, terperangkap dalam tirani?
Bangkitlah wahai anak negeri, tuntutlah hak yang dicuri!
(Bridge)
Mungkin hari ini kita terdiam, tapi semangat takkan Goyah,
Benih keadilan pasti bersemi, menanti saat Untuk Menyerlah.
Kita adalah suara perubahan, kita adalah harapan,
Bersatu kita teguh berjuang, robohkan kezaliman.
(Chorus)
Jeritan dalam sunyi, bergema di setiap hati,
Tangisan tak berperi, menanti keadilan sejati.
Sampai bila kami begini, terperangkap dalam tirani?
Bangkitlah wahai anak negeri, tuntutlah hak yang dicuri!
(Outro)
Tuntutlah hak... keadilan... untuk semua...