[Intro – Spoken, beat belum masuk]
Nggak penting lo sembahyang di mana,
kitab apa yang lo baca tiap malam.
Alam nggak peduli label,
dia cuma lihat…
apa yang beneran lo lakuin.
(beat pelan masuk)
[Verse 1 – Calm, tajam]
Gak peduli lu sujud atau berdoa berdiri,
bumi tetap muter tanpa nanya izin ke siapa pun di sini.
Gak milih pihak, gak baca simbol,
yang salah ya salah, walau dibungkus hal sakral dan formal.
Gempa datang bukan bawa dendam,
tsunami gak ngecek siapa paling beriman.
Banjir, angin, longsor nyatu jadi bahasa,
alam ngomong keras waktu kita pura-pura gak dengar suara.
[Hook – Main]
Efek domino, satu salah, kena semua
Kita rusak hari ini, besok balik ke kita
Bukan murka langit, bukan drama Tuhan
Ini alam menjawab pelan… tapi gak pernah lupa
[Verse 2 – Lebih direct]
Kejadian di rumah ibadah, di tanah yang disebut suci,
di pusat ajaran, tempat orang cari janji.
Tapi doa gak selalu jadi tameng,
kalau yang kita tanam tiap hari cuma rusak dan timpang.
Ritual gak bisa nahan ombak,
mantra gak bikin angin patuh dan jinak.
Alam gak tunduk sama logo atau gelar,
dia jalan lurus: sebab–akibat, kelar.
[Hook – Repeat]
Efek domino, satu salah, kena semua
Kita rusak hari ini, besok balik ke kita
Bukan murka langit, bukan drama Tuhan
Ini alam menjawab pelan… tapi gak pernah lupa
[Verse 3 – Introspective, berat]
Kita tebang hutan kayak gak ada dosa,
sungai jadi tong sampah, masih heran kenapa air gak bisa diminum manusia.
Udara kita racunin, paru-paru ikut bayar,
bumi dikeruk sampe capek, terus kita tanya kenapa dia marah?
Terus nanya, “Kenapa bencana datang?”
Padahal tangan kita sendiri yang pertama lempar undangan.
Jawabannya pahit tapi jujur apa adanya,
kita panggil pelan-pelan… sekarang dia jawab semuanya.
[Bridge – Spoken / Half Rap, beat minimal]
Alam gak marah.
Dia gak dendam.
Dia cuma nyoba seimbangin
tubuhnya
yang terlalu lama kita sakitin.
[Hook – Final, lebih ditekan]
Efek domino, pelan tapi kena
Apa yang kita tanam, jatuhnya ke kita
Bumi gak marah, cuma ngingetin
Kalau rusak terus… siap nerima balasannya
[Outro – Spoken, beat drop]
Jangan tanya kenapa Tuhan diam.
Tanya kenapa kita tuli waktu alam berbisik…
sebelum akhirnya
dia harus teriak.