(Verse 1)
Kau berjalan seolah dunia tak punya mata
tapi aku melihat setiap celahmu—
cara kau bicara, cara kau lupa,
semuanya terpatri dalam benakku
Kau bilang cinta itu bebas
tapi hatiku bukan taman yang bisa kau lewati
aku tak ingin hanya jadi nama samar
aku ingin jadi bayangan yang kau cari
(Pre-Chorus)
Kau bilang aku terlalu jauh
tapi nyatanya kau tak pernah cukup dekat
aku bukan pengagum
aku adalah jawaban yang kau tolak
(Chorus)
Aku tak butuh restu
aku tak butuh jawaban
yang kupunya hanyalah rasa
dan obsesi yang tak bisa diredam
Jika dunia tak memberimu padaku
maka biarlah aku menciptakan duniaku sendiri
kau milikku—sadar atau tidak
cinta ini tak butuh izin
(Verse 2)
Aku hapal semua tentangmu
bahkan rahasia yang tak kau bisikkan ke cermin
aku menunggumu jatuh
karena saat itu aku akan jadi satu-satunya yang berdiri
(Pre-Chorus)
Kau anggap aku bayangan
padahal aku nyata… lebih nyata dari dia
kau bisa mencoba lari
tapi aku selalu lebih dulu tiba
(Chorus)
Aku tak butuh pelukan
aku tak butuh senyuman
yang ku mau hanyalah kamu
tanpa syarat, tanpa pilihan
Jika dunia menolak
biar aku patahkan aturannya
kau milikku—dan itu cukup
untuk ku pertahankan gila ini
(Bridge)
Cinta? bukan lagi
ini kebutuhan, ini napas
tanpamu aku mati—
tapi hidup pun menyiksa jika bukan denganmu
(Outro)
Milikku…
meski kau tak pernah mengaku
meski kau berpaling,
hatimu—sudah kutanam namaku di dalamnya.